Sabtu, 09 Februari 2013

Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan

Jakarta, 9 Februari 2013
Beredarnya obat dan makanan ilegal perlu menjadi perhatian karena hal ini berpotensi dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dikarenakan tidak adanya jaminan atas keamanan, manfaat/khasiat dan mutu. Laporan Badan POM menyatakan bahwa selama tahun 2012 ditemukan 451 kasus pelanggaran dan 134 kasus di antaranya telah ditindak-lanjuti secara pro justitia.

Demikian pernyataan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada Pencanangan Gerakan Nasional Waspada Obat dan Makanan Ilegal (GN-WOMI) dan Peluncuran Buku Dokumentasi Ramuan Etnomedisin Obat Asli Indonesia, di Auditorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta (8/2).

Selasa, 05 Februari 2013

Foto Bersama Staff dan Karyawan Puskesmas Bojongsari

Foto Bersama Staff dan Karyawan Puskesmas Bojongsari setelah acara lokakarya mini di Depan Aula Puskesmas Bojongsari.





Jumat, 01 Februari 2013

Senam Pagi Bersama Puskesmas Bojongsari

Senam Pagi Di Puskesmas Bojongsari dilaksanakan setiap hari jum'at, sekitar jam 07.00 WIB. Senam ini diperuntukkan untuk seluruh karyawan yang bekerja di Puskesmas Bojongsari dan masyarakat yang ingin mengikutinya.

Kamis, 17 Januari 2013

Acara Perpisahan Karyawan Puskesmas Bojongsari

Pada hari sabtu tanggal 12 Januari 2013, Staff dan Karyawan Puskesmas Bojongsari mengadakan acara perpisahan untuk dua karyawan Puskesmas Bojongsari di Bale Apoeng Bojongsari. Acara ini diselenggarakan untuk melepas Ibu Sri Hartiningsih yang sudah memasuki masa pensiun dan Ibu Mulyani yang dipindahtugaskan di DKK Purbalingga.

Seluruh staff dan karyawan Puskesmas Bojongsari mengucapkan mohon maaf kepada Ibu Sri Hartiningsih dan Ibu Mulyani jika selama bekerja bersama sebagai satu tim di Puskesmas Bojongsari, kami melakukan kesalahan yang menyakiti hati dan pikiran Bu Sri Hartiningsih dan Bu Mulyani. Selamat berkarya untuk Ibu Mulyani yang dipindahkan ketempat kerja yang baru, dan selamat menikmati masa pensiun untuk Ibu Sri Hartiningsih. Semoga selalu diberi kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Amin...

Terimakasih kami ucapkan atas segenap pengabdian yang telah diberikan Ibu Sri Hartiningsih kepada Puskesmas Bojongsari dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat. Semoga tercatat sebagai amal ibadah yang baik dan mendapatkan balasan yang baik dari Tuhan Yang Maha Kuasa... Amin...

Foto-foto Perpisahan
Nyanyi Bareng Paduan Suara Puskesmas Bojongsari


Penyerahan Kenang-kenangan Dari Puskesmas Bojongsari Yang Diserahkan Oleh Kepala Puskesmas Bojongsari Drg. Yenawati Hartanto, MPH
Kepada Ibu Mulyani

Kepada Ibu Sri Hartiningsih

Acara Nyanyi Bareng










Sabtu, 05 Januari 2013

Perawatan Payudara Selama Kehamilan

Tips Perawatan Payudara Selama Kehamilan:

  • Bila BH anda sudah mulai terasa sempit, sebaiknya mengantinya dengan bh yang pas dan sesuai dengan ukuran anda untuk memberikan kenyamanan dan juga support yang baik untuk payudara anda.
  • Bila anda berencana untuk menyusui anda dapat memulai menggunakan bh untuk menyusui pada akhir kehamilan anda.  Pilihlah bh yang ukurannya sesuai dengan payudara anda, memakai bh yang mempunyai ukuran yang tidak sesuai dengan ukuran ayudara dapat menyebabkan infeksi seperti mastitis ( suatu infeksi pada kelenjar susu di payudara).
  • Persiapkan putting susu anda.  Dengan lembut putar putting antara telunjuk dan ibu jari anda sekitar 10 detik sewaktu anda mandi.  Jika anda mendapatkan kesulitan atau puting susu anda rata atau masuk kedalam, konsultasikan ke dokter anda, sehingga hal ini dapat diatasi dini untuk mencegah kesulitan nantinya.
  • Pada tahap akhir bulan kehamilan, cobalah untuk memijat lembut payudara didaerah yang berwarna gelap (aerola) dan puting susu, anda mungkin akan mengeluarkan beberapa tetes kolustrum (cairan kental bewarna kekuningan dari putting). Untuk membantu membuka saluran susu.
  • Bersihkan payudara dan puting, jangan mengunakan sabun didaerah putting dapat menyebabkan daerah tersebut kering.  Gunakan air saja lalu keringkan dengan handuk.

Jumat, 04 Januari 2013

Diare, Penyakit Yang Sering Diderita Anak

GEA ( Gastro Enternis Akuta ) / DIARE
Penyabab diare :
Faktor infeksi, yaitu infeksi bakteri, infeksi virus, infeksi parasit.
Faktor mal absorbsi, misalnya dalam mengabsorbsi karbohidrat, lemak, protein.
Faktor makanan, misalnya makanan yang beracun, alergi makanan.
Faktor psikologis, misalnya rasa takut dan rasa cemas.

Gejala-gejalanya :

Mula-mula cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan tidak ada kemudian diare.


Mekanisme timbulnya diare :

Gangguan osmotik
Akibat terdapat makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke rongga usus, isi rongga usus menjadi berlebihan, ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya, sehingga timbul diare.
Gangguan sekresi
Akibat ada rangsangan tertentu ( misalnya racun ) pada dinding usus, maka akan tyerjadi peningkatan air ke rongga usus, usus penuh, sehingga terjadi diare.
Gangguan mobilitas usus
Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan-kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare. Sebaliknya bila peristaltik menurun akan menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan dan menjadi diare.

Akibat dari diare adalah dehidrasi / kekurangan cairan yang dapat bersifat :
1. Ringan, dengan tanda :
Haus
Kencing sedikit
Mulut kering

2. Sedang, dengan tanda :
Ubun-ubun besar dan cekung
Mata cowong
Tegangan kulit menurun

3. Berat, dengan tanda :
Nafas cepat
Kesadaran menurun
Tidak sadar

Pengobatan :
Yang paling pokok adalah mengganti cairan yang hilang dengan cara :
  • Minum yang banyak cairan oralit.
  • Jika tidak ada oralit, beri minum larutan gula dan garam.
  • Segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat

Kasus Flu Burung Terbaru

Jakarta, 12 Desember 2012

Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan mengumumkan satu kasus baru H5N1 yang telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes.

Kasus atas nama IT (laki-laki, 4 tahun) warga Kampung Nagreg, Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tanggal 30 November 2012 timbul gejala demam, 1 Desember 2012 kasus berobat ke Pustu. Tanggal 4 Desember 2012 karena tidak ada perubahan kasus berobat ke dokter swasta, tanggal 5 Desember 2012 pagi hari kasus berobat ke Puskesmas dan sore hari kasus dirujuk ke RSIA Swasta untuk rawat inap. Tanggal 6 Desember 2012 kasus dirujuk ke RSUD Tangerang karena demam, batuk, dan sesak. Keadaan kasus semakin memburuk dan akhirnya kasus meninggal dunia jam 23.40 WIB.

Telah dilakukan penyelidikan epidemiologi ke rumah sakit, rumah kasus dan lingkungan sekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat, didapat kemungkinan faktor risiko yaitu kontak langsung dengan bangkai unggas (entog) di sekitar tempat tinggalnya.

Dengan bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai berita ini disiarkan adalah 192 kasus dengan 160 kematian.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama selaku focal point International Health Regulation (IHR) telah menginformasikan tentang kasus ini ke WHO.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: (021) 52907416-9, faksimili: (021) 52921669, Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC): <kode lokal> 500-567 dan 081281562620 (sms), atau e-mail kontak@depkes.go.id

 
Design by Free WordPress Themes | Google by Lasantha - Premium Wordpress Themes | Lady Gaga, Salman Khan